Oleh : dr. Dewa Ayu Dita Udayani Pratama
Herpes Zoster atau yang masyarakat lebih familiar dengan cacar api atau teratak merupakan penyakit yang ditimbukan oleh varicela zoster virus yang ditandai dengan munculnya bintik bening berair sesuai dengan garis tubuh pada satu sisi. Penyakit ini menyerang saraf sehingga pasien mengeluhkan rasa panas dan nyeri yang hebat. Herpes zoster merupakan kelanjutan dari varicela atau cacar air yang pernah kita alami sebelumnya. Pada saat terkena cacar air virus tidak sepenuhnya hilang dalam tubuh akan tetapi bersembunyi di sistem saraf. Pada saat sistem kekebalan tubuh menurun, virus bisa aktif dan menjadi herpes zoster atau cacar api.

Cacar api bisa menyerang berbagai usia. Penularaannya melalui kontak langsung dengan cairan pada luka. Pada beberapa kasus seperti pada usia tua diatas 50 tahun, pasien yang mengalami luka yang luas, pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, dan cacar api pada mata dan telinga meningkatakan resiko terjadi nyeri yang berkepanjangan dan menetap padahal luka sudah hilang, bila tidak ditatalaksanan dengan baik. Menurut penuturan pasien rasa sakit pada luka seperti kesetrum listrik, terbakar, bahkan tertusuk paku, dan sangat sensitif hanya terkena baju saja pasien bisa teriak kesakitan. Penggunaan obat penghilang nyeri bisa mengurangi nyeri akan tetapi tidak cukup efektif.
Vaksin cacar api (Shingrix) merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi cacar api.

Vaksin cacar api bisa diberikan walaupun sudah terkena cacar api sebelumnya, akan tetapi ada beberapa kelompok usia yang lebih disarankan yakni orang tua (usia lebih dari 50 tahun), orang dewasa berusia lebih dari 18 tahun dengan penurunan sistem kekebalan tubuh. Penderita penurunan sistem imun seperti HIV/AIDS, Penyakit paru kronis, Autoimun, pemberian obat untuk menekan kekebalan tubuh, kanker dan penyakit diabetes.
Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah terjadinya cacar api, mencegah kekambuhan cacar api, mencegah komplikasi cacar api seperti nyeri yang berkepanjangan, membantu meringankan gejala jika terkena cacara api di kemudian hari, membantu mempercepat kesembuhan pada yang sedang terkena cacar api.
Jadwal pemberiannya pada usia lebih dari 50 tahun diberikan sebanyak 2 dosis dengan jeda waktu 2-6 bulan setelah dosis pertama. Untuk usia 19 tahun dengan riwayat penurunan kekebalan tubuh diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak 1-2 bulan setelah dosis pertama. Vaksin disuntikan pada otot lengan atas.
Vaksin cacar api tidak boleh diberikan orang dengan alergi komponen vaksin, ibu hamil dan menyusui dan orang yang sedang mengalami infeksi yang baru. Efek samping yang biasa dialami pasien adalah nyeri dan bengkak di area suntikan, lelah, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, demam, sakit perut dan mual.
Dikutip dari Konsensus Panduan Vaksinasi Herpes Zoster, pada orang dewasa di atas 50 tahun dengan sistem kekebalan tubuh yang baik efektif mencegah cacar api sampai 97.2% dan 91.2% mencegah nyeri setelah cacar api. Sedangkan pada orang dewasa dengan sistem kekebalan yang lemah keefektifannya 68-91 % untuk mencegah cacar api. Keefektifan vaksin dikatakan bisa bertahan hingga 10 tahun dan tidak perlu pengulangan.
Dapat ditarik kesimpulan vaksin cacar api berguna untuk mecegah kejadian cacar api dan mencegah komplikasi yang akan terjadi khususnya pada kelompok rentan. Keefektifannya pun cukup tinggi dan bertahan lama.
Recent Comments