Oleh: dr. Ni Komang Dhana Gitaiswari
Dampak positif sinar matahari terhadap kesehatan sudah banyak diketahui. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi orang Indonesia yang lokasinya dilalui oleh garis khatulistiwa. Berdasarkan sebuah studi yang menilai hubungan antara sinar matahari dan penilaian kesehatan dilihat dalam konteks garis lintang, semakin jauh masyarakat tinggal dari garis khatulistiwa, maka semakin rendah paparan sinar matahari (paparan UVB) dan semakin sering mereka mengalami kekurangan vitamin D.
Meskipun benar bahwa berada di luar ruangan dalam waktu yang lama tanpa perlindungan dari sinar ultraviolet (UV) matahari dapat merusak kulit dan mata, namun ada sejumlah penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa cahaya alami dari sinar matahari dapat meningkatkan perkembangan mata yang normal pada anak-anak, dan juga menjaga bioritme tubuh yang sehat seiring dengan bertambahnya usia.
Menurut penelitian, menghabiskan setidaknya tiga jam sehari untuk berjemur di bawah sinar matahari dapat membantu menurunkan risiko rabun jauh, yang juga dikenal sebagai miopia atau mata minus, pada anak-anak dan orang dewasa muda. Selain itu, menghabiskan waktu di luar ruangan dapat meningkatkan paparan terhadap cahaya alami dan merangsang produksi dopamin, zat kimia yang ditemukan pada mata yang memicu pertumbuhan bola mata secara normal. Hal ini sangat penting bagi mata karena ketika mata tumbuh terlalu berlebihan atau tumbuh lebih panjang dari yang diharapkan, mata tidak akan dapat memfokuskan gambar yang diterima pada retina sehingga menyebabkan miopia.
Seiring bertambahnya usia semakin sedikit kesempatan seseorang untuk keluar rumah dan menikmati hangatnya sinar matahari. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang memiliki kebutuhan yang lebih tinggi akan pencahayaan alami seiring bertambahnya usia. Salah satu komponen dari spektrum cahaya matahari, disebut blue light, diketahui juga mendorong kelancaran fungsi ritme tubuh. Saat lensa mata mulai menua, lensa mata mulai kehilangan kemampuannya untuk menyerap blue light ini. Akibatnya, otak memproduksi lebih sedikit melatonin, yang sangat penting dalam mengatur siklus tidur dan bangun. Dampaknya adalah peningkatan risiko insomnia dan masalah lain yang berkaitan dengan tidur, yang dapat menyebabkan kondisi yang lebih kompleks seperti depresi kronis dan penyakit kardiovaskular.
Lalu bagaimana cara yang tepat memanfaatkan sinar matahari untuk kesehatan mata kita?
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dan mencegah efek buruk sinar matahari, ada beberapa tips yang dapat diterapkan.
- Luangkan waktu khusus selama 1-2 jam per hari untuk beraktivitas di bawah sinar matahari. Pilihan aktivitas dapat berupa bermain di area terbuka, bersepeda atau sekedar berjalan kaki. Tetapi ingat bahwa, paparan sinar UV dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan timbulnya penyakit mata seperti katarak, kerusakan kornea, degenerasi pada makula, pterygium, pertumbuhan sel kanker dan sebagainya sehingga penting untuk memperhatikan durasi saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
- Pilihlah tempat yang teduh dengan intensitas matahari sedang seperti pada lokasi terbuka namun di bawah pohon-pohon yang rindang. Hindari intensitas sinar matahari yang tinggi, diatas pukul 10 pagi sampai pukul 4 sore.
- Jangan menatap ke arah matahari secara langsung. Efek buruk menatap sinar matahari langsung juga dapat terjadi meskipun posisinya berada di balik awan ataupun saat gerhana. Melihat langsung ke arah matahari sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan pada kornea dan retina mata.
- Gunakan topi dan kacamata dengan UV filter saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
- Gunakansunscreen atau sunblock pada kulit selama berada di bawah sinar matahari.
Jadi, jika anda memutuskan untuk tetap berada di dalam ruangan saat matahari bersinar cerah di luar, cobalah pikirkan ulang. Karena sesungguhnya kita menolong mata kita dengan tetap terpapar cahaya alami: sinar matahari.
Sources:
- Jaworeck S, Kriwy P. It’s Sunny, Be Healthy? An International Comparison of the Influence of Sun Exposure and Latitude Lines on Self-Rated Health. Int J Environ Res Public Health. 2021 Apr 13;18(8):4101. doi: 10.3390/ijerph18084101. PMID: 33924564; PMCID: PMC8069385.
- Leng L, Zhang J, Xie S, Ding W, Ji R, Tian Y, Long K, Yu H, Guo Z. Effect of Sunshine Duration on Myopia in Primary School Students from Northern and Southern China. Int J Gen Med. 2021 Aug 28;14:4913-4922. doi: 10.2147/IJGM.S328281. PMID: 34483681; PMCID: PMC8409785.
- https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/should-you-be-worried-about-blue-light
- https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/sun
- https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/being-eyesmart-in-sun
Recent Comments